Simple One

I just watched Julie and Julia film and I think. I think that my life a little bit similar with Julie’s life; the term of needed a project and sometimes I just couldn’t finish it. This blog is the same purpose with Julie’s blog, only the content is different. And I loved it when I knew this similarity.

The thing I learned is that Julie wrote a simple but weight content of her development on cooking, but I write a cycling empty content. I need to learn to write down my development as Julie, that’s what I plan. But then, hey I’m bad at describing but I’m good in practicing and show the rough development. But, that’s not really interesting and helping people, right?

So, in the same project, I will do it again, but in good way of telling. Please cheer me up, and I hope I will develop in this describing-thing.

Suwun for thank you in Javanese language ^^

The Most Lone Wolf Girl on Planet

Point on me, you may. I invited you.

I became cheerful after being in solid solitary. My mind seems more fresh, my energy gaining, and the ideas come running to me. Such a happy condition. I see the world colorful in colors and patterns. Sometimes it’s polka dot in white and red and black, sometimes it’s autumn brownny warm, sometimes it’s calm pinkish, sometimes it’s brave blue-green-yellowish summer, and sometimes it’s dark gloomy grey. So many faces of the planet.

I dream of place where being in solitary is permittable. By training myself to become always positive thinking about others and conditions what so ever, I need a reward to be let being in solitary. And in such manner I have found my good friends who’s still in good friendship with me since junior high until now. I cherish them in the lone wolf way possible. We never chatting in chat room, we never do phone call, and of course seldom do video call. We separated for long time, sometime we didn’t meet each other for three months or more. But once we met, we couldn’t stop telling each other what we have been doing lately. That’s a very nice time of ours. And by doing it, it gave this lone-creative-wolf time to craft my art and be balance.

This lone wolf girl tend to feel guilty when she didn’t craft her art in a day. Very much my mood will worsening if my creative flow is being interrupted to do something else. And I’m grateful to have parent like my parent who understand this manner of me.

I’m in a very bad mood right I write it now, but I want to write it down before it’s gone from my mind. Actually I regret this post didn’t as nice as what I daydreaming tonight. I was right into fell asleep when this idea came running to my brain. I just woke up to write them down because I like it very much, but after I write it down it didn’t be as nice as I thought. But it’s okay. If those idea come again, I’ll edit this posting. Right now I’ll stop it here. Thank you for reading.

Suwun for thank you in Javanese language ^^

New Creative Project

I love this week so much. So I was watching some videos on YouTube and was directed to Christine MyLinh’ and Jordan Clark’ channel. And I love their videos so much, about the bullet jornal, the flower doodles, and the art journal. And got inspired by them, for next April I will start to using a bullet journal too. My bujo setup was inspired by Christine’ and Jordan’ bujo setup. Here’s mine.

Suwun for thank you in Javanese language ^^

The Movie which gave Me Bliss

IMGbarruuuuuu_0002ca

You can guest what the movie is. Yap it is Nigakute Amai a.k.a Bittersweet. Some times ago, I had the feeling of “sparkling romance” inside me that’s mean I want to watch Japanese romance movie. I did watch some school romance movies like Strobe Edge, One Week Friend, and Sukitte Ii Nayo. Then those “sparkling romance” feeling disappear changed with “need a inspire movie”. Inspire movie that I mean is some genre that remind me about who I really am; quite serious but love something comedic and dislike romance. For some reason sometimes I like romance but most of my time I dislike romance genre. Then I just remembered the crush I had in senior high with Kento Hayashi. I searched his new movie and I found it interesting when I watched a trailer where he play with Haruna Kawaguchi (a bliss to watch two of my favourite actor&/actress play as lead character in a movie). So I right away watched those Bittersweet movie. And bonus it’s about the life of grown up (more than 25 years old, less than 30 years old). And while I watched it I found so much bonus theme and scenes. I love how Haruna Kawaguchi play a comedic character like Maki. I love the character of Nagisa, I think it’s a perfect character for Kento Hayashi; he’s calm, he look like didn’t care to Maki but actually he did care. I love the cooking scenes, I love the food they serve is vegetables, I love the house they live in, I love how Nagisa and Maki comfortable with each other, and the bonus plus bonus is I love the scene where Nagisa mad at Maki because of the mushroom. And I love that it is about friendship not romance. And what Kaori Shoji write (‘Bittersweet’: A Henry Higgins of Vegetarianism) is a very lovely one, “If you can stop your eyes rolling, though, ‘Nigakute Amai’ peddles the ultimate cliched fantasy: A Japanese single woman over age 28 needn’t worry, because a wondrous gay community will have her back and make her meals. With such a fate in store, who needs marriage?” The very true of the truth. The truth of the blissful “cliche” fantasy. And that’s why this movie gave me bliss. A bliss beyond bliss. Regarding my personal wish of not getting married in a romance way because the introvert-solitaire need inside me. Marriage is too much, but friendship like Maki and Nagisa is a the nicest.

Suwun for thank you in Javanese language ^^

I Sense The Changing

Untuk pertama kalinya aku sadar aku benar-benar bisa menggambar dan aku butuh latihan untuk mendapatkan gayaku sendiri karena hari ini ketika mengerjakan pesanan untuk pertama kalinya aku merasa gambaranku, walaupun bagus, tapi tidak memuaskan karena aku sadar gaya yang kugunakan adalah tiruan dari watercolorist favoritku. 

Aku ingin mengingat hari ini. Pemisahan antara menjadi-aktor-nya dengan peran-Gandalf. Maksusku, aku menjalani tapi di saat yang sama aku adalah penontonnya. Aku yang menggambar, tapi aku sadar seperti seorang penonton bahwa hasil gambaranku terlalu bukan-aku.

Suwun

Ramadan ~11~

Untuk pertama kalinya PMSku terasa adventurous. Dan hari ini ni empunya akun benar-benar kebanyakan tidur. Ternyata jam 17.00 WIB haidnya keluar. Dan kami ngakak menertawai nasibku yang malang. lol . . .

Aku harus lebih baik lagi dalam melayani pelanggan ilustrasiku. Hari ini ni empunya akun mengirim paket gambar ke pelanggan. Karena folder kali ini lebih besar dari biasanya, jadi tidak kumasukkan ke dalam amplop cokelat, hanya masuk plastik opp/oop. Setelah selesai transaksi pengiriman, aku merasa bersalah karena paketnya tak kumasukkan amplop cokelat. 

Pulang dari mengirim paket, ni empunya akun benar-benar tidur sampai jam 15.00 WIB dengan badan yang sangat lelah, rasa kantuk yang sangat kuat, dan perut yang mulai kram.

Kemarin benar-benar hari paling tidak produktif. Menyesalinya? Sedikit, tapi itu karena perutku mulai kram jadi apa boleh buat.

Sore setelah darahnya keluar, perut makin tambah kram. Dulu-dulu, ni empunya akun hanya bisa tidur dan sama sekali tidak mengonsumsi obat. Cukup puas bisa merasakan sakit teramat dari kram haid. Tapi beberapa bulan ini aku merasa sayang jika tidur terlalu lama karena kram, akhirnya minum pereda rasa sakit tiap hari pertama haid. Sangat membantu mengurangi jam tidur karena rasa sakit. Dan setelah cukup rutin berolahraga, rasa sakitnya juga cukup mereda. Mari mulai hidup lebih sehat untuk masa tua yang lebih lincah (what??).

Selamat menunaikan ibadah puasa.

Ramadan ~10~ 

Rasanya berbeda puasa tanpa sibling.

Sekitar dua hari ini masuk minggu PMS. Alhamdulillah bukan yang mudag marah, tapi jadi mudah mengantuk dan butuh banyak tidur. Selepas Subuh tidur, siang sebelum waktu Dhuhur tidur, petang setelah Maghrib tidur, malam selepas Isya tidur, bangun untuk sahur dengan mata yang susah terbuka. Dan PR untuk jadi lebih produktif mengalami banyak sekali hambatan. Aku harap PMSnya tidak lama, dan semoga haidnya nanti dismenhoorenya tidak separah biasanya. Semangat.

Ni empunya akun kepikiran, “Jadi niat bulan Ramadan ini masih belum 100% untuk Allah SWT?” Pertanyaan dengan kesadaran diri seperti itu sangat dibutuhkan setiap saat.

Tiap sahur kami sembari menonton acara Tafsir Al Mishbah bersama bapak Quraish Shihab. Yang terbersit dalam diriku tiap kali beliau membahas lini kehidupan yang related denganku cuma satu, “Selama ini, alhamdulillah, ternyata aku dijaga langsung oleh GustiAllahSWT. Harusnya aku tak banyak mengeluh.”

Oke, kantukku datang. Aku jadi kesulitan menulis dengan jelas, makanya aku menulis poin-poinnya saja. 

Selamat menunaikan ibadah puasa. Masih punya kurang lebih 20 hari untuk berusaha maksimal agar Ramadan tahun ini lebih berkah dari tahun kemarin.

Ramadan ~9~

Masuk angin T_T . . .

Hari ini sehabis Subuh tidur sampai jam 08.00 WIB. Sedari kemarin bersin, rongga antara tenggorokan dan hidung makin terasa sakit, dan hari ini badan mulai tambah lelah (perlu tidur lebih lama). 

Seharian nonton Mamma Mia lalu ngunduh soundtrack lagu-lagunya. Ya ya ya, ABBA, band favorit jaman nonton serial drama Jepang Strawberry On the Shortcake. Jadi yang diunduh cuma pas bagian Amanda Seyfried nyanyi Thank You For The Music. Suara dia bagus, aku suka cara dia nyanyi. 

Lalu? Tidur lagi. Hahahaha . . .

Sampai agak sore nimbrung di dapur ngobrol ma orang-orang rumah.

Masuk anginnya masih bertahan sampai malam ini. Badan keringatan, tapi rasanya dingin.

Selamat menunaikan ibadah puasa.

Ramadan ~8~

Sebenarnya hari ini sudah masuk hari kesembilan, tapi ijinkan aku menuliskan hari kedelapan.

Wuhu . . .

Satu minggu terlewati dan masih ada tiga minggu tersisa di bulan Ramadan.

Kalian sudah tahu rutinitasku, jadi tak akan kuulang menyebutkannya. Hari ini sebelum mulai beraktivitas, aku menonton film lawas yang baru kuketahui; Wild Child. Semangat dan kemeriahannya menular padaku dan alhamdulillah jadi boosterku untuk hari ini. Seperti biasanya, mau ceritanya related atau tidak asalkan bisa menularkan semangat maka itu kukatakan bagus. Terlebih lagi karena setting tempatnya adalah sekolah asrama di Inggris.

Sedari pagi bersin-bersin. Aku sangat berharap itu hanya karena alergiku pada udara dingin, tapi ketika mulai ada sakit di antara tenggorokan dan hidung, yap itu bukan hanya karena alergi dingin. Harus segera cari susu murni untuk mempertahankan ketahanan tubuh.

Aku bahagia mengetahui kenyataan bahwa aku berhasil tetap mengikuti rencana sampai hari kedelapan. Aku akan terus berusaha fokus pada tujuanku di bulan Ramadan ini. Berhubung ni empunya akun memiliki kesulitan dalam menjaga rutinitas.

Dengan PR yang masih sama; bagaimana meningkatkan produktivitas menggambar, mari kita mulai lagi perjuangan mulai hari kesembilan pagi ini.

Sungguh, rasanya sangat menyenangkan bisa fokus pada kehidupan sekarang sekaligus sedang menuju perbaikan untuk masa depan.

Selamat menjalankan ibadah puasa.

Ramadan ~7~

Ni empunya akun teramat sangat bahagia bisa menikmati waktu “sekarang”. Ramadan baru masuk minggu pertama, masih ada kurang lebih tiga minggu lagi, dan jika di minggu pertama ini ni empunya akun bisa berhasil dengan rencana berbahagia di bulan Ramadan, maka sekarang aku membayangkan Ramadanku tahun ini akan benar-benar sempurna seperti ideal rencanaku. Dan aku bahagia bisa menghabiskan seluruh waktu dengan keluarga.

Hari ini sama berlansung dalam damainya dengan hari-hari sebelumnya. Rutinitasku masih sama dengan sebelum-sebelumnya. Dan di akhir hari, aku merasakan kebahagiaan yang sama memuaskannya. 

Makan sahur hari ini cukup sulit bangun. Kupikir karena malamnya ni empunya akun tidur telat. Setelah Subuh kemudian tidur karena badan terasa berat dan dingin. Bangun tidur badan cukup segar lalu mulai melakukan aktivitas-aktivitas kecil sampai waktu utk menggambar. Menggambar jadi lebih asyik ditemani film-film kartun di televisi. Setelah filmnya habis, lanjut menonton film dari laptop. Menggambar sampai orang rumah pulang.

Alhamdulillah urusan menggambar pun lancar. Sebelumnya ni empunya akun punya kecenderungan perfeksionis; sulit merasa puas dan sering merasa kurang. Tapi selama Ramadan ini, aku berusaha sedapat mungkin menikmati aktivitas menggambar, salah satu tujuan lainnya juga agar bisa makin produktif; tidak kelamaan mengolah ide, biarkan insting dan kata hati yang menuntun. Dan alhamdulillah tadi bisa berjalan sangat lancar, artinya kecenderungan perfeksionis tadi tidak muncul. PRku masih tetap sama; meningkatkan produktivitas gambar dalan sehari.

Hari ini, kami buka bersama sepupu. Rumah jadi makin meriah, sangat menyenangkan. Ni empunya akun masih menyimpan kekhawatiran overwhelming ketika semua saudara akhirnya pulang kampung. Keluarga kami benar-benar besar, ada banyak sepupu-sepupu kecil, dan semuanya aktif. Aku sering merasa kehabisan energi bersama mereka yang sangat aktif dan ceria. Aku berharap tahun ini energiku akan cukup untuk bisa menghabiskan waktu menyenangkan bersama mereka. Aku mencintai semua keluarga besarku.

Buka kali ini perutku jadi terlalu penuh. Lontongnya ukurannya tambah besar, teramat sangat membuat kenyang sampai mau nambah minum pun sudah enek. Tapi hari ini sangat menyenangkan karena sepupuku buka bersama di rumah. Rumah yang hangat.

Selamat menunaikan ibadah puasa.

Perutku terlalu b